Siapakah The Human Wall di Piala Dunia 2002?

Timnas Amerika Serikat tentu memiliki beberapa pemain yang diakui kehebatannya di dunia sepak bola internasional. Salah satu nama pemain yang cukup melegenda adalah Brad Friedel dari USMNT.

Debut Brad Friedel bersama Amerika Serikat dimulai di King George V Park tepatnya di St. John’s, Nowfoundland tahun 1992 silam. Saat itu Amerika Serikat berhadapan dengan Kanada. Meskipun hanya disaksikan oleh 3.500 orang penonton, Friedel menganggap bahwa pertandingan tersebut adalah titik tertinggi dari kariernya sebagai seorang pemain sepak bola.

Piala Dunia 2002 yang digelar di Korea-Jepang tentunya menjadi saksi atas penampilan heroik dari seorang Brad Friedel. Dalam laga kontra Korea Selatan, ia sanggup menggagalkan berbagai pelaung emas sekaligus aksi penyelamatan untuk tendangan penalti.

Situasi serupa pun terjadi lagi ketika Timnas Amerika Serikat berhadapan dengan Polandia. Friedel pun berhasil mementahkan tendangan penalti lawan dengan tangguh dan membuatnya berhasil menyelamatkan gawang.

Di panggung ini Friedel sangat sulit ditaklukkan oleh tim lawan hingga media-media kala itu menjulukinya sebagai The Human Wall. Julukan ini diberikan berkat performa Friedel yang sangat brilian kala itu. Terpelas dari hasil pahit di turnamen tersebut, Brad Friedel tentunya berhasil menjadi kiper terbaik yang pernah tampil di panggung Piala Dunia setelah Frank Borghi di Piala Dunia 1950.

Legenda yang Pernah Tampil Gemilang

Setelah penampilan memukaunya di Piala Dunia 2002, Friedel tetap berhasil mempertahankan penampilan luar biasanya di Liga Inggris. Berkat kontribusi yang diberikan kepada Blackburn selama musim itu, ia pun dipanggil Superman oleh Gordon Strachan karena aksinya ketika melawan Southampton.

Di dalam pertandingan yang berakhir dengan skor ti[is 1-2 atas Soton, Brad Friedel pun menunjukkan performa terbaiknya. Ia berhasil menggagalkan upaya penyerangan lawan kala itu. Apakah akan ada The Human Wall di Piala Dunia 2022 ini?

Piala Dunia 2022 akan digelar di Qatar pada 21 November mendatang. Ada 32 tim yang akan memperebutkan gelar juara dan menampilkan performa terbaik mereka di panggung internasional untuk membawa pulang trofi bergengsi ini.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.